Tampilkan postingan dengan label Handphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Handphone. Tampilkan semua postingan

Base Transceiver Station ( BTS ) dan cara kerjanya ( bagian ke 2 )

Jumat, 12 November 2010

Kita biasa mendengar kata BTS, baik itu dari ucapan seseorang atau dari media. Media TV misalnya paling sering menayangkan berita tentang keberadaan BTS di area pemukiman mendapat banyak protes dari warga sekitar, ataukah beritanya mengenai Menara BTS yang bisa menjadi salah satu sarana seorang frustasi untuk melakukan aksi bunuh diri dengan memanjati Tower BTS tsb sampai ke puncak dan terjun bebas bawah (Innalillah..).

Di tulisan ini, saya hanya ingin mencoba berbagi pengetahuan mengenai Telekomunikasi Selular khususnya BTS itu sendiri.


Dalam radius Maksimal 8 Kilometer dari rumah anda - terkecuali yang tinggal di pedalaman :-) -, bisa di pastikan terdapat sebuah tower pemancar bercat merah putih, dan pada ketinggian tertentu terpasang beberapa antenna. Di samping tower berdiri bangunan putih seperti sebuah rumah rumahan berbentuk kotak, yang disebut sebagai shelter.



Itu adalah sebuah BTS (Base Transceiver Station) bila ditinjau dari segi Arsitektur sebuah Sistem jaringan Selular, dimana BTS itu adalah sebagai salah satu SubSistemnya, Berfungsi sebagai pemancar dan penerima yang memberikan pelayanan radio kepada Mobile Station / Handphone. Ada juga yang menyebut BTS itu adalah sebuah Modem, karena merupakan perangkat interface antara Mobile Station dan MSC (Mobile Switching Centre).


Perangkat Apa saja yang ada pada sebuah BTS

  1. Equipment BTS itu sendiri; bentuk dan ukurannya kira kira seperti sebuah kulkas 2 pintu. Terletak di dalam shelter. Dalam sebuah shelter, untuk GSM bisa terdapat 2 buah system BTS yaitu BTS 1800MHz, dan 900MHz. Telkomsel, indosat, XL, HCPT, dan AXIS menggunakan ini, sedangkan untuk CDMA setahu saya biasanya Cuma satu yaitu CDMA2000-1X, ataukah CDMA EVDO, bekerja pada frekuensi 800Mhz digunakan oleh Telkom Flexy, Esia, Mobile–8, sedangkan untuk frekuensi 1900Mhz , saat ini digunakan oleh Smart Telecom.

  2. Rectifier System; Mengubah tegangan dari PLN 220/380 Vac menjadi Tegangan DC untuk di supplai ke BTS. Biasanya Untuk BTS CDMA hanya dibutuhkan tegangan DC sebesar +27 Vdc atau -48 Vdc.

  3. Baterei; Sebagai backup power ke BTS apabila PLN Padam. Biasanya bisa bertahan sampai 3-4 Jam, tergantung dari Ampere Hour baterei dan Designnya systemnya.

  4. Microwave system; terdiri atas Indoor unit dan Outdoor unit. Indoor unit berada di dalam shelter memiliki port E1 yang dikoneksikan ke Port E1 BTS melalui DDF. Indoor unit juga mendapat suplai tegangan DC dari rectifier yang sama. Sedangkan Outdoor Unit menempel pada Antenna Microwave. Indoor Unit dan Outdoor unit terhubung menggunakan Coaxial Cable.

  5. Antena Sectoral; berbentuk persegi panjang, terpasang pada tower dengan ketinggian tertentu berfungsi sebagai penghubung antara BTS dan HandPhone, ada dua type antenna sectoral, yaitu Monotype, biasa dipakai untuk daerah Rural dan Sub Urban dan Dual type untuk daerah Urban (daerah yg padat penduduk).

  6. Antenna Microwave; bentuknya seperti genderang rebana yang menerima atau memancarkan gelombang radio dari BTS ke BSC atau dari BTS ke BTS lainnya.

  7. Feeder; sekilas nampak seperti kabel besar, sebagai media rambatan gelombang radio antara BTS dan Antenna Sector. Ukuran ada yang 7/8, 1-5/8 atau ½.

  8. Tower beserta system pentanahannya; Sebagai media penempatan/penginstalan antenna antenna dan feeder.

  9. Shelter; berada di samping tower, tempat untuk menyimpan equipment (No.1 – 6).

  10. Satu lagi, Site Guard atau landlord, orang yang bertugas merawat dan membersihkan lokasi BTS. Hehehe.

Bagaimana BTS itu Bekerja

Saya coba menjelaskan simpelnya saja, kalau detailnya bisa di sampai 3 Bab. (padahal sebenarnya sudah banyak yang dilupa. Hehe)

Perhatikan saja gambarnya :

Seorang pelanggan yang sedang dilayani oleh BTS Gowa melakukan panggilan ke seorang pelanggan yang berada di Area BTS Pangkep. BTS gowa melalui antenna sectoral menerima sinyal tersebut ,setelah mendapatkan kedudukan di channel element BTS serta melalui beberapa proses konvesi dari Analog-Digital-Analog, gelombang Radio kemudian diteruskan ke BSC0 Mks melalui antenna Microwave, dengan interface E1. BSC ( Base Station Controller) disini bertanggung jawab untuk mengontrol beberapa BTS yang berada dalam daerah cakupannya, mengatur semua rute paket data dan trafik dari BTS ke MSC atau sebaliknya. BSC menerima Gelombang ini juga menggunakan Antena Microwave. BSC kemudian interface ke MSC dengan IS634. MSC (Mobile Switching Centre) Sebagai perangkat penyambung utama antar pelanggan, baik dalam jaringan itu sendiri atau diluar jaringan, MSC ini juga terhubung ke MSC lain dan PSTN (baca :telepon rumah). Setelah melalui beberapa proses call control dan Management mobility, MSC meneruskan kembali ke BSC kemudian BSC1 Mks – BTS maros – BTS pangkep. Informasi pun diterima oleh pelanggan yang berada dalam cakupan BTS Pangkep Tersebut. Jadi semua Gelombang radio dari BTS harus melewati BSC dan MSC terlebih dahulu. Tidak memungkinkan BTS langsung berkomunikasi ke BTS lainnya, meski bertetangga.


Jarak coverage sebuah BTS tergantung kontur daerah yang dilayani dan designnya Posisi antenna BTS itu sendiri. Untuk daerah flat, sebuah BTS mampu menjangkau sekitar 10 Km, dengan catatan tilting Antenna sectornya adalah Nol. Untuk daerah perkotaan, Jarak jangkauan lebih kecil, karena antenna difokuskan untuk melayani pelanggan yg padat yang berada disekitar BTS. Biasanya tiltingnya 3 dengan posisi Antena agak menunduk ke bawah.

sumber : http://labacox.blogspot.com/2008/11/apa-itu-bts.html

Read Full 0 komentar

Base Transceiver Station ( BTS )

Operator GSM tidak perlu membangun banyak tower BTS, seperti yang dilakukan mereka selama ini. Satu kota cukup 1 BTS.” Demikian klaim satu tulisan yang saya baca di Internet. Lanjut tulisan ini: “Dengan hanya 1 BTS per kota, biaya investasi akan berkurang, sehingga biaya telepon juga akan menjadi murah. Selain itu, akan mencegah kota menjadi belantara tower BTS.” Tulisan itu kemudian ditutup dengan kesimpulan yang mengarah kepada teori konspirasi: BTS-BTS memang sengaja dibanyakkan agar operator GSM memiliki justifikasi untuk menaikkan tarif telepon. Opini yang kedengaran kritis dan pintar. Tapi sayang kurang teliti.

Banyak orang tampaknya membandingkan menara BTS GSM dengan menara pemancar radio FM/AM, yang hampir terdapat di setiap kota. Satu stasiun radio FM yang memancar, katakan, pada gelombang 102.3 MHz memang dapat diakses oleh seluruh kota rata-rata hanya dengan menggunakan satu menara pemancar saja. Sinyal radio yang dipancarkan oleh radio FM ini adalah sinyal radio broadcast dengan komunikasi satu arah, atau dikenal sebagai komunikasi simpleks: memancar satu arah dari menara radio ke radio penerima di rumah-rumah penduduk. Radio penerima di rumah-rumah penduduk tidak bisa berkomunikasi dengan menara pemancar radio. Dengan komunikasi simpleks (broadcast) seperti ini memang tidak diperlukan banyak pemancar dalam satu kota. Yang dibutuhkan hanya daya pancar dengan sinyal yang bisa menembus sudut-sudut kota. .


Sampai di sini masih ada kesamaan; bahkan standar GSM menyatakan bahwa pemancar radio GSM, menara-menara BTS, harus bisa memancarkan sinyal sejauh 35 km; Inilah jarak maksimum coverage yang bisa dicapai oleh 1 BTS GSM, jauh dari cukup untuk meng-cover satu kota. Hanya dengan satu BTS ini saja seluruh kota bisa menerima sinyal dari satu operator tertentu.

Bedanya, sistem komunikasi radio GSM adalah dupleks penuh (full duplex): komunikasi dua arah. BTS memancarkan sinyal broadcast, seperti stasiun radio FM, ke handphone-handphone pelanggan. Sebaliknya handphone-handphone pelanggan juga bisa memancarkan sinyal yang bisa dan harus diterima oleh BTS-BTS. Baik BTS maupun handphone pelanggan memancar dengan kanal frekuensi yang terpisah sehingga tidak terjadi delay atau interferensi. .


Kanal frekuensi yang dipakai oleh BTS untuk berkomunikasi dengan handphone-handphone pelanggan dikenal dengan kanal fekuensi downlink sedangkan kanal frekuensi yang dipakai oleh handphone untuk berkomunikasi dengan BTS disebut sebagai kanal frekuensi uplink

Mengapa handphone pelanggan perlu berkomunikasi dengan BTS? Ingat, handphone dibuat bukan hanya melihat apakah ada sinyal atau coverage saja, tetapi untuk tujuan utama yakni melakukan percakapan. Untuk memulai percakapan, handphone pelanggan harus meminta akses kepada BTS, yang selanjutnya akan di-follow-up oleh BTS dengan menyediakan satu jalur khusus percakapan buat pelanggan yang meminta akses percakapan tadi. .

.
Dengan teknologi analog, laiknya radio FM, satu kanal frekuensi hanya bisa melayani satu akses/layanan saja. Dalam paparan sebelumnya, telah disebutkan tiga akses/layanan yang berbeda: 1) broadcast (dari BTS ke handphone), 2) booking-an handphone ke BTS supaya disediakan akses kanal percakapan dan 3) akses kanal percakapan buat handphone yang disediakan oleh BTS setelah handphone melakukan bookingan akses. Dengan cara konvensional (analog), seharusnya ada 3 frekuensi yang harus dipancarkan untuk mengakomodasi ke-3 bentuk layanan ini. Untungnya, dengan teknologi GSM (digital) satu kanal frekuensi bisa dibagi lagi hingga 8 sub kanal, yang disebut time slot (TS). Pada contoh di atas, masih terdapat 5 sub kanal sisa yang dapat digunakan oleh 5 pelanggan lain untuk melakukan percakapan.

Kesimpulan: 1 BTS, dengan satu unit radio TRX -satu kanal frekuensi dupleks-, akan menyediakan 8 time slot untuk: 1) menyediakan sinyal coverage (1 TS), 2) mem-booking akses percakapan (1 TS) dan 3) menyediakan kanal percakapan (6 TS). Kita bisa berasumsi bahwa maksimal hanya 6 pelanggan bisa melakukan percakapan secara bersamaan dalam satu BTS (dengan satu sektor, satu TRX). .

.
Apabila satu kota tertentu hanya memiliki 1 BTS (3 sektor, 3 TRX), maka semua handphone di kota tersebut bisa mendapat sinyal tapi hanya maksimum 18 (6×3) pelanggan yang bisa melakukan percakapan dalam waktu yang bersamaan. Pelanggan berikut yang ingin melakukan percakapan harus menunggu salah satu dari ke-18 ini selesai. Sangat jauh dari cukup.

Ini bisa dialami ketika mendadak di suatu tempat ada kejadian luar biasa yang menyebabkan terkumpulnya sejumlah besar orang, misalnya ledakan bom, sehingga orang-orang ingin melakukan panggilan secara bersamaan. Jelas, akan sulit sekali melakukan maupun menerima panggilan telpon karena tidak seimbangnya jumlah pelanggan dengan kapasitas yang bisa ditawarkan oleh 1 BTS (hanya 18 orang dalam waktu bersamaan). Agar lebih banyak pelanggan yang bisa dilayani, otomatis harus lebih banyak BTS yang harus dibangun, karena pelanggan bukan hanya ingin melihat ada coverage GSM saja tapi juga ingin melakukan panggilan telepon. Kebutuhan melakukan panggilan ini (dari handphone ke BTS) atau sebaliknya menerima panggilan (dari BTS ke handphone) itulah yang membatasi kapasitas sehingga harus dibangun lebih banyak lagi BTS. Jelas, semakin banyak jumlah pelanggan sebuah operator, maka akan semakin banyak pula jumlah BTS yang harus dibangun. .

.

Komponen BTS dan Kapasitas Trafik.

.
Operator tidak membangun 1 BTS hanya dengan 1 unit radio (TRX) pada BTS tersebut. Karena kapasitas berbanding lurus dengan jumlah TRX yang tersedia maka, jika memungkinkan, operator akan menempatkan sebanyak-banyaknya TRX (tergantung alokasi frekuensi operator) di BTS tersebut, sehingga akan melayani sebanyak mungkin pelanggan. Ini cara yang pertama.

Strategi berikutnya adalah dengan membuat sektorisasi BTS, umumnya 3 sektor. Masing-masing sektor akan ditempatkan dengan jumlah maksimum TRX. Dengan sektorisasi semacam ini, cakupan coverage per sektor memang akan mengecil, terbatas pada sektor tersebut, tapi coverage-nya akan tetap sama, secara keseluruhan, jika ke-3 sektor digabung. Dengan sektorisasi, kapasitas trafik yang bisa diakomodasi 1 BTS kini jauh bertambah karena ada jauh lebih banyak TRX yang bisa dipasang. .


Tentu ada yang dirugikan, sebenarnya ke-2 pihak dirugikan, jika sampai ada coverage yang hilang karena sektorisasi ini, meskipun kapasitas trafik bertambah banyak. Bagaimana caranya melakukan sektorisasi sehingga tidak ada coverage yang hilang (blank spot)? Agar semua area di sekitar BTS bisa menerima coverage maka antena yang memancar harus sanggup memancar 360 derajat, yaitu ke segala arah. Antena jenis ini disebut sebagai antena omni. Antena omni dipasang pada BTS yang tidak membutuhkan sektorisasi. Untuk BTS dengan sektorisasi, derajat pancar antena (horizontal beamwidth, HBW) harus diatur sehingga total jumlah derajat pancar dari setiap antena sektor pada BTS itu paling kurang 360 derajat.

Jumlah maksimum TRX yang bisa terpasang pada setiap TRX tergantung alokasi frekuensi yang dimiliki oleh operator. Perencanaan harus dilakukan sehingga frequency reuse dari TRX-TRX ini masih menjamin kualitas minimum sinyal (co-channel dan adjacent channel interference) yang disyaratkan. Operator dengan 37 kanal frekuensi, misalnya, paling tidak harus memberikan batas maksimum 4 TRX pada setiap sektor atau total 12 TRX per BTS sehingga jaminan kualitas ini dapat dicapai. .

.

Trafik dan Grade of Service (GOS) .

.
Ketika sejumlah pelanggan menduduki kanal trafik selama waktu tertentu maka perhitungan trafik yang berlangsung karena percakapan ini dapat diukur. Satuan untuk mengukur trafik percakapan disebut Erlang. 1 Erlang adalah jumlah trafik yang berlangsung ketika 1 pelanggan menduduki 1 kanal percakapan selama 1 kurun waktu rujukan (detik, menit atau jam). Jika waktu rujukan adalah menit maka 1 Erlang adalah ketika 1 pelanggan menduduki satu kanal percakapan (1 TS) selama 1 menit. Demikian juga, jika waktu rujukan adalah jam maka 1 Erlang adalah ketika 1 pelanggan menduduki satu kanal percakapan (1 TS) selama 1 jam. Tapi biasanya yang dijadikan rujukan adalah trafik per jam.

Perhitungan sederhananya adalah sebagai berikut: katakanlah ada 50 pelanggan yang melakukan panggilan, dengan rata-rata panggilan 5 menit pada satu BTS. Berapa Erlang-kah (per jam) trafik pada BTS tersebut? Kalikan 50 percakapan dengan 5 menit kemudian dibagi 60 (1 jam = 60 menit) hasilnya adalah 50*5/60 = 4.17 Erlang. Bisa disimpulkan pada BTS tersebut ada 4.17 pelanggan yang melakukan percakapan terus menerus selama sejam. Perhatikan, memang ada 50 pelanggan yang melakukan percakapan tapi rata-rata percakapan hanya 5 menit padahal waktu rujukan kita adalah per jam. .


Sebelum membangun BTS di suatu area tertentu, operator akan melakukan survey terhadap jumlah potensial pelanggan, sehingga bisa dengan akurat memasang jumlah TRX pada masing-masing sektor BTS. Kenapa tidak saja dipasang TRX sebanyak-banyaknya sekaligus? TRX yang berlebihan adalah pemborosan sumber daya, baik CAPEX maupun OPEX. Sebaliknya juga, operator tidak menginginkan TRX yang terpasang tidak mampu mengakomodasi jumlah potensial pelanggan di suatu area tertentu.

Bagaimana operator bisa seimbang dalam mengalokasikan jumlah TRX? Prinsipnya, operator ingin memaksimalkan potensi kapasitas TRX yang dipasangnya. TRX-TRX lain dalam sektor BTS, masing-masing 8 TS, yang sepenuhnya dialokasikan untuk kanal percakapan pelanggan bisa menampung 8 percakapan sekaligus. Ini potensi maksimal yang dimilikinya. Kenyataannya TRX yang ada tidak setiap saat terisi penuh. Pada jam-jam tertentu kanal-kanal trafik lebih banyak kosong, tetapi sebaliknya pula pada jam-jam tertentu jumlah pelanggan yang ingin mengakses kanal trafik itu jauh lebih banyak dari kapasitas yang ditawarkan sehingga terjadi blocking. Selain itu, pelanggan memulai dan mengakhiri percakapan tidak selalu bersamaan. .


Operator tidak hanya memastikan berapa kapasitas TRX yang dibutuhkan pada keadaan trafik normal tetapi juga cukup fleksibel untuk mengakomodasi lonjakan trafik pada jam-jam sibuk. Untuk melakukan itu ada konsep yang dikenal sebagai Grade of Service (GOS) atau kelas layanan. GOS menentukan berapa banyak potensial trafik pelanggan yang tidak bisa diakomodasi per seratus pelanggan. Jika dikatakan GOS-nya adalah 2 % berarti akan ada 2 pelanggan yang ditolak pada setiap 100 panggilan selama 1 rujukan waktu.

Sekarang, contoh hitung-hitungan: berapa banyak jumlah TRX trafik (TCH) yang harus disediakan oleh operator jika terdapat pontensi trafik 100 Erlang dengan GOS 5 %? Traffik 100 Erlang berarti akan ada 100 pelanggan yang menduduki kanal trafik (TS) di TRX TCH terus menerus selama sejam penuh, dan akan ada 5 pelanggan potensial yang tidak bisa menduduki kanal trafik.


Menghitungnya dapat memakai rumus Erlang B yang sudah disediakan dalam bentuk tabel atau kalkulator Erlang B (ribet dengan rumus manual). Pada contoh kita di atas, inputan datanya adalah 100 Erlang dan GOS 5 %: dengan menggunakan tabel/kalkulator Erlang B, hasilnya operator harus menyediakan sebanyak 105 TS atau kurang lebih 14 TRX TCH (105/8) untuk kebutuhan trafik ini (dengan asumsi menggunakan full rate). Jika jumlah potensial pelanggan bertambah di atas 100 Erlang maka TRX harus ditambah, jika tidak akan terjadi banyak blocking, khususnya pada jam-jam sibuk. Inilah alasan operator harus membangun lebih banyak BTS yakni untuk mengakomodasi lebih banyak pelanggan, dan tentu saja meningkatkan revenue-nya.


Logical Channel Pada TRX GSM


Tidak semua TS dalam TRX dapat digunakan sebagai kanal trafik percakapan pelanggan (TCH). Ada TS yang harus dialokasikan sesuai dengan tugas masing-masing logical channel. Logical channel TCH tentu saja berfungsi sebagai kanal untuk pelanggan melakukan percakapan. Melalui logical channel ini operator mendapatkan revenue voice-nya.

Selain itu, ada 2 logical channel lain yang disebutkan sebelumnya dengan fungsinya: 1) logical channel yang akan dipakai oleh BTS untuk menyediakan sinyal -logical channel ini disebut sebagai Broadcast Control Channel atau BCCH-; 2) Logical channel yang akan dipakai oleh handphone untuk mendapatkan akses percakapan ke BTS –logical channel ini disebut Random Access Channel atau (RACH). Ini hanya beberapa dari logical channel yang tersedia untuk melakukan fungsi komunikasi GSM.


Beberapa, tetapi tidak semua, akan diuraikan di sini. RACH dipakai oleh handphone yang akan melakukan panggilan saja. Jika handphone tersebut menerima panggilan maka BTS akan menggunakan logical channel yang disebut Paging Channel (PCH) untuk memberitahu handphone tersebut. Jika handphone tersebut menjawab panggilan BTS, melalui PCH, maka BTS akan menyediakan 1 logical channel buat handphone untuk melakukan persiapan panggilan, yang disebut Stand Alone Dedicated Control Channel atau SDCCH. Selain membantu TCH, SDCCH juga adalah kanal yang dipakai untuk mengirim dan menerima SMS.

Setiap sektor BTS harus memiliki kanal BCCH masing-masing. Jika 1 BTS memiliki 3 sektor maka BTS tersebut wajib memiliki 3 BCCH. Sebenarnya BCCH menentukan independensi dan identitas suatu sektor sehingga menjadi unik. Selain BCCH, 1 sektor harus memiliki beberapa kanal SDCCH. Sisanya bisa digunakan sebagai kanal trafik yang menghasilkan uang.


Dengan contoh sederhana lagi, jika 1 sektor BTS memiliki 4 TRX (masing-masing 8 TS) maka berikut kira-kira pembagian logical channel-nya: pada TRX I akan ditempatkan BCCH dan SDCCH. 1 TS untuk BCCH, 2 TS untuk SDCCH dan sisa 5 TS pada TRX I dan 3 TRX lainnya akan dipakai semuanya untuk TCH, sehingga total TS TCH ada 5 + 3×8 = 29 TS.

Bagaimana dengan RACH & PCH yang disebutkan sebelumnya? Secara bergantian mereka akan memakai TS yang digunakan SDCCH sehingga tidak ikut dihitung sebagai TS khusus. Kemungkinan akan ada logical channel lain yang ingin dipakai di sektor tersebut seperti logical channel untuk cell broadcast (CBCH) atau logical channel untuk GPRS dan EDGE (PDCH). Penambahan logical channel akan mengurangi kanal TCH secara keseluruhan.

Read Full 0 komentar

HARD RESET PADA HANDPHONE NOKIA

Jumat, 05 November 2010
1. Nokia 9500 Communicator


-Matikan ponsel
-Lepaskan baterai kemudian pasang kembali untuk melakukan reset
-Saat ponsel Anda melakukan booting up,tekan dan tahan tombol ctrl+shift+F secara bersamaan
-Akan muncul notifasi apakah Anda ingin memformat ponsel anda

2. Nokia seri 60


-Lepaskan kartu memori
-Pastikan baterai Anda terisi minimal 3/4nya
-Untuk soft reset,masukan kode *#7370# kemudian tekan tombol call.Soft reset akan memformat seluruh data di memori internal.Jika ponsel memunculkan permintaan security code,masukan kode standart 12345
-Untuk hard reset,langkah pertama adalah mematikan ponsel
-Tekan dan tahan tombol ‘call’ warna hijau,tombol *,dan tombol ’3′ secara bersamaan
Saat menekan ketiga tombol tersebut,tekan tombol power
-Jika muncul pesan ‘formattin’,lepaskan semua tombol.Hard reset akan mengembalikan seluruh fungsi ponsel ke factory default (dalam keadaan yang sama saat dikeluarkan oleh pabrik)
-Untuk safe mode,tekan tombol ABC dan tombol power secara bersamaan.Lepaskan kedua tombol saat ponsel memunculkan pesan ‘safe mode’
Read Full 0 komentar

Trik menyadap HP Nokia OS Symbian

Senin, 01 November 2010
1. Dilarang Memakai ini untuk perbuatan lainnya kecuali untuk hiburan
2. HP adalah HP symbian. Baik HP anda maupun HP teman anda.
3. Merek NOKIA
4. Memiliki aplikasi simbyan smsanywherelite.sis

Nah..persyaratan itu harus anda lakukan sebelum anda mensadap sms. Hp anda harus symbian dan nokia ( kalo bisa). dan hp teman anda yang akan disadap juga symbian dan nokia. (promosi nokia ni). Kalo ga punya nokia, jangan teruskan baca artikel ini karena besar kemungkinan akan gagal. Ikuti instruksi berikut ini untuk menyadap dan sadap sms hp :

1. download smsanywherelite.sis untuk software menyadap
2. Masukkan aplikasi symbian itu di HP anda dan teman anda
3. Begitu aplikasi ini diinstal, kamu tidak bisa melihat program maupun ikon aplikasi itu dalam ponsel. Seluruh pengontrolannya harus lewat sms, mulai dari pengaktifan dan mematikan program, mengubah password, hingga pengiriman sms ke ponsel lain. Tapi justru itu keuntungannya jika digunakan sebagai alat sadap. Berarti sang target kan tidak tahu kalau diponselnya telah dipasangi aplikasi tersebut. Justru itu, teman anda tidak akan tahu kan kalo smsnya disadap? Karena aplikasi symbian ini belum mendukung GUI (Graphics User Interface).
4. Siapkan hp/ponsel korban anda
5. Siapkan HP anda yang akan menerima sms masuk dari korban anda.
6. Aktifkan aplikasi ini di ponsel korban kamu dengan mengetik format sms -[ SA(spasi)(password) (spasi)ON ]-. Panjang password maksimal 8 karakter. Misal, jika password kamu adalah 123456, ketikkan SA 123456 ON kirim sms ini ke nomor ponsel kedua/ponsel kamu. Untuk mematikannya, ketik SA 123456 OFF ke nomor yang sama.
7. Lalu, jika anda ingin menyadap lebih dari 5 hari..atau setiap sms masuk di hp korban akan selalu diteruskan ke hp anda, ketik sms ini di hp korban anda : SA(spasi)(password)(spasi)R1, misal SA 1234567 R1. Untuk mematikan fungsi ini ganti parameter di belakang “R” menjadi nol. Jadi, tuliskan SA 1234567 R0. Sedangkan untuk meneruskan setiap sms keluar, kirim sms bertuliskan SA 1234567 S1 ke nomer kamu. Matikan fungsi ini dengan mengirim SMS SA 1234567 S0
8. Sekarang, setiap korban menerima dan mengirim sms..kamu akan mendapat terusannya sama persis dengan sms aslinya
Read Full 0 komentar

KODE RAHASIA PONSEL

Senin, 23 Februari 2009

Mungkin sebagian dari kita belum mengetahui bahwa di setiap ponsel memiliki kode RAHASIA untuk mengetahui dan menjalankan berbagai informasi tentang ponsel itu sendiri. Banyak kode yang bisa di gunakan untuk menampilkan informasi tersembunyi dalam sebuah ponsel. Ada yang beresiko dan adapula yang bermanfaat

Kali ini saya akan menyajikan berbagai kode akses tersembunyi tersebut :D

Caranya tinggal ketik kode - kode yang di inginkan dalam posisi standby.

1. KODE AKSES NOKIA

*#06# : Menampilkan nomor International Mobile Equitment Identity ( IMEI )

*#0000# : Menampilkan versi software ponsel. Baris pertama menunjukkan versi software, baris kedua menunjukkan tanggal pembuatan software, baris ketiga menunjukkan tipe kompresi yang di gunakan.

*#92702689# : Memunculkan : 1. serial number ( nomor seri ), 2. Date Made ( Tanggal Pembuatan ), 3. Purchase Date ( tanggal pembelian ), Date of last repair ( tanggal terakhir perbaikan / 0000 untuk yang belum pernah di perbaiki ), 5. Transfer User Data. Di beberapa ponsel, untuk keluar dari mode ini anda harus me restart ponsel

*#7760# : menampilkan kode pabrikan ( untuk sebagian ponsel tipe lama )

*#67705646# : Mengganti logo operator pada Nokia 3310 dan 3330

*#2820# : Alamat IP perangkat Bluetooth ( hanya untuk ponsel yang memiliki Bluetooth )

*#7780# : Mengembalikan setingan pabrik

*3370# : Mengaktifkan Enhanced Full Rate Codec ( EFR ). Ponsel Nokia anda akan memakai kualitas suara terbaik, namun fitur ini memerlukan energi lebih sehingga sedikin menguras daya baterai.

#3370# : Menonaktifkan Enhance Full Rate Codec ( EFR )

*#43# : Mengecek status “ Call Waiting “

Hard Reset ( Hati - Hati :( ) Khusus untuk ponsel symbian

Peringatan !!! semua data akan hilang.

Dalam kondisi ponsel tidak aktif (mati ) tekan secara bersamaan tombol telepon ( bicara, biasanya berwarna hijau ), angka 3, dan tombol * ( bintang ). Kemudian dalam keadaan menekan ketiga tombol tersebut, tekan tombol start / on (hidupkan ponsel ).

2. KODE AKSES SONY ERICSSON

*#06# = Melihat nomor IMEI

*#0000# = Mereset bahasa kembali ke English

>*<<*<*= Service menu - menampilkan versi software ponsel. Tekan ” yes ” berulang ulang untuk melihat semua data software dan tekan ” > ” untuk melihat semua teks yang terdapat pada ponsel ( > atau < = arah joystik )

Read Full 0 komentar

Jenis-Jenis Baterai Ponsel dan Cara Perawatannya

Jumat, 20 Februari 2009

Secara umum, baterai ponsel terdiri dari 4 jenis :

  • NiCD ( NiCad / Nickel Cadmium )
  • NiMH ( Nickel Metal Hydride )
  • Li-Ion (Lithium Ion ) dan
  • Li-Po ( Lithium Polymer )

NiCD ( Nickel Cadmium )

Baterai jenis ini merupakan yang pertama beredar. Karena kapasitasnya yang besar, baterai ini cocok untuk ponsel lama yang bertenaga besar. Sepadan untuk ukuran dan kapasitasnya, proses pengisian ulangnya pun cukup merepotkan. Untuk baterai baru, charge selama 12 jam nonstop. Selanjutnya, pengisian ulang bisa di lakukan saat dayanya benar - benar habis. Karena baterai NiCD memiliki permanent memory effect, semakin lama kapasitasnya akan menurun jika pengisian belum kosong benar.

NiMh ( Nickel Metal Hydride )

Generasi kedua baterai isi ulang ini memiliki memory effect bersifat temporary, jadi lebih fleksibel ketimbang jenis NiCD. Untuk kali pertama, anda bisa mengisinya paling tidak 12 jam. Tanpa perlu mendischargenya di destktop charger, layaknya baterai NiCD. Untuk pengisian ulang tak perlu menunggu benar - benar habis, namun dengan konsekuensi akan tersa cepat habis. Namun hal ini hanya berlangsung sementara, saat habis isi kembali dan kemampuannya akan normal lagi.

Li-Ion ( Lithium Ion )

Ketimbang dua generasi sebelumnya, tipe ini tanpa di sertai memory effect. Jadi anda bisa mengisi ulangnya tanpa menunggu baterai habis. Namun dengan ukuran yang lebih kecil dan ringan, perlu di lakukan perawatan khusus. Untuk pengisian awal, lakukan sesuai petunjuk manual atau sampai lampu / indikator baterai di ponsel menandakan ” full ” . Sayangnya, baterai Li-Ion memiliki ” life cycle ” ( siklus hidup ) yang lebih pendek. Bahkan overcharge baterai lithium ion akan menurunkan kemampuannya, ketimbang NiCD atau NiMH.

LI-po ( Lithium Polymer )

Ini adalah generasi paling baru baterai isi ulang. Selain ramah lingkungan, keunggulannya di atasbaterai Li-Ion. Untuk perawatan baterai Lithium Polymer, tak jauh beda dengan Lithium Ion. Namun, Penanganannya harus ekstra hati - hati. Mengingat sifatnya yang ” liquid ” dengan tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah.

Read Full 0 komentar

Melacak no ponsel seseorang

Minggu, 15 Februari 2009

Anda pasti penasaran dan kesal karena sering di missed call oleh orang yang tak di kenal, atau anda ingin tahu dimana posisi pacar anda sekarang??? atau mungkin anda sedang di missed call oleh artis terkenal, Atau anda pasti akan takut jika ada sesorang tak dikenal meneror anda?? Sekarang anda tak perlu takut lagi ataupun kesal karena sekarang sudah ada situs yang menjawab semua keluhan anda. Situs ini memakai sistem GPS satelit untuk melacaknya.

Anda penasaran?? anda tinggal memasukkan no HP yang akan anda lacak. buka saja situs ini disini

( SEGALA RESIKO YANG TERJADI BUKAN TANGGUNG JAWAB SAYA.. HAVE FUN… :D )
Read Full 9 komentar
 

© Ikirlavens VistaNet Copyright @2010 by Hanya Sebuah Goresan Kecil | Template by Ikirlavens